SURABAYA – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi kader melalui pelatihan ketahanan pangan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pemuda dalam mengembangkan potensi sektor produktif, khususnya perikanan, perkebunan, dan peternakan.
Pelatihan tersebut dipusatkan di Kosagrha Lestari, Jalan Medayu Selatan V Nomor 15, Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Ahad (11/10/2026)

Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, Gus Achnaf Al Asbahani FR, M.Pd., menegaskan bahwa kader Ansor perlu mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat, termasuk persoalan ekonomi dan ketahanan pangan.
“Pelatihan ini menjadi ikhtiar Ansor untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Kami ingin kader tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi, menciptakan peluang usaha, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar gerakan organisasi tidak berhenti pada aktivitas sosial dan keagamaan, tetapi turut memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Oleh sebab itu, Melalui pelatihan ini PC GP Ansor Surabaya ingin membuka ruang belajar bagi kader dan generasi muda agar memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. serta Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan saja akan tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda. Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.
“Para kader kami harap mampu mengembangkan kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung kemandirian pangan ini,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Kota Surabaya, Muhammad Fatih, S.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam sektor ketahanan pangan perlu terus diperkuat melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan yang tepat.
“Pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak dalam pengembangan sektor pangan. Karena itu, pelatihan seperti ini penting agar peserta memperoleh bekal pengetahuan yang dapat diterapkan, baik untuk merintis usaha maupun mengembangkan potensi ekonomi di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peserta perlu didorong untuk menerapkan ilmu yang didapat sehingga dapat melahirkan kegiatan produktif dan membuka peluang kolaborasi antarkader.
”Baik dari sektor perikanan, perkebunan, dan peternakan memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi serta potensi wilayah. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor tersebut dapat menjadi salah satu jalan bagi pemuda untuk membangun kemandirian ekonomi,” tambahnya.
Terakhir, Ia berpesan kepada kader agar terus bersiap secara keberlanjutan untuk menghadapi tantangan zaman dengan salah satunya menambah bekal keterampilan, kreativitas, dan semangat berwirausaha.
“Sehingga upaya pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Ansor untuk terus berkhidmah kepada masyarakat melalui program-program yang produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.










