Menu ✖

Mode Gelap
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ansor-Banser Surabaya Gelar Apel dan Doa Bersama Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ansor Surabaya Ajak Kader Apel di Taman Apsari Basada Husada Banser Surabaya Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa di Mojokerto Berikut 15 Titik Posko Mudik Satkorcab Banser Kota Surabaya PC GP Ansor Surabaya Gelar Kick Off Program Banser Surabaya Membangun Satkorcab Banser Kota Surabaya Ikuti Upacara Bela Negara

Ansor

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ansor-Banser Surabaya Gelar Apel dan Doa Bersama

badge-check


					Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ansor-Banser Surabaya Gelar Apel dan Doa Bersama Perbesar


Surabaya – PC GP Ansor Kota Surabaya menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Taman Apsari, Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang diikuti ratusan kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Surabaya tersebut dirangkai dengan Apel dan Doa Bersama. Momentum ini menjadi ruang refleksi kebangsaan sekaligus ikhtiar untuk memperkuat komitmen kader dalam menjaga Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pelaksanaan apel berlangsung di kawasan Taman Apsari, tepat di hadapan Monumen Gubernur Suryo dan Gedung Negara Grahadi. Lokasi tersebut menambah nuansa historis dalam kegiatan yang mengangkat semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, Gus Achnaf Al Ashbahani FR, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila saja melainkan merupakan bentuk peneguhan kembali komitmen kebangsaan.

“Di malam sakral ini, di hadapan Monumen Gubernur Suryo, seorang pahlawan yang tidak pernah mengenal kata menyerah, dan tepat di hadapan Gedung Negara Grahadi yang menjadi saksi bisu sejarah panjang perjuangan bangsa ini, berdiri ratusan kader terbaik Kota Surabaya, para pemuda Gerakan Pemuda Ansor, dan Banser,” katanya.

Gus Achnaf menegaskan, kader Ansor dan Banser hadir bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa komitmen kebangsaan merupakan bagian penting dari khidmah organisasi.

“Malam ini di bawah naungan bendera Merah Putih, di depan panji-panji Nahdlatul Ulama, di depan panji Ansor-Banser, kita berkumpul di Kota Pahlawan ini. Bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban semata. Kita hadir bukan hanya untuk mengingat catatan sejarah,” tegasnya.

Ia menambahkan, Ansor-Banser Surabaya ingin meneguhkan komitmen kebangsaan yang tidak mudah bergeser dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Kita berdiri di sini di malam ini untuk mengetuk pintu langit dan memproklamirkan kepada negeri ini, komitmen kebangsaan Ansor dan Banser Kota Surabaya tidak akan pernah bergeser sedikit pun, tidak akan pernah surut meski diterpa badai bagaimanapun juga,” tambahnya.

Menurutnya, perjalanan sejarah Indonesia telah menunjukkan bahwa Pancasila menjadi salah satu fondasi penting yang menyatukan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya dan bahasa.

“Sejarah telah mengukir dengan tinta emas bahwasannya Pancasila adalah pondasi yang paling kokoh yang menyatukan beribu-ribu suku, beribu-ribu pulau, beragam agama dan budaya di Indonesia, Bumi Nusantara ini. Karena di dalamnya mengalir doa, keringat dan darah perjuangan para ulama yang telah mendahului kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Surabaya, M Asyiqun Nahdli, menjelaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran kader terhadap tanggung jawab kebangsaan.

“Bagi kader Ansor dan Banser, menjaga Pancasila harus diwujudkan dalam sikap dan pengabdian sehari-hari. Kader harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan ikut merawat suasana kehidupan yang aman serta kondusif,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kader muda NU untuk memahami sejarah perjuangan bangsa agar semangat kebangsaan tidak berhenti sebagai slogan.

“Doa bersama malam ini menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga bangsa tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui pengabdian, keteladanan, kepedulian sosial dan doa untuk keselamatan bangsa,” tambahnya.

Karena itu, Ndan Asyiqun Nahdli melanjutkan dengan menjaga Pancasila dan NKRI merupakan bagian dari amanah sejarah yang harus diteruskan oleh generasi muda.

“Oleh karena itu, penegakan Pancasila dan merawat NKRI bukanlah sekadar tugas kewarganegaraan, melainkan tugas suci, amanah sejarah dan jihad kebangsaan yang wajib kita pertahankan sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.

Kegiatan apel kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh kader yang hadir turut memanjatkan doa untuk para pahlawan dan ulama yang telah berjuang bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon keselamatan, persatuan, serta keberkahan bagi Indonesia dan seluruh masyarakatnya.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat kebangsaan, kecintaan terhadap Pancasila, dan komitmen menjaga NKRI terus menjadi bagian dari khidmah GP Ansor dan Banser di Kota Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ansor Surabaya Ajak Kader Apel di Taman Apsari

1 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Pamflet Apel Hari Kesaktian Pancasila PC GP Ansor Surabaya

Basada Husada Banser Surabaya Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa di Mojokerto

21 Juli 2026 - 08:26 WIB

Berikut 15 Titik Posko Mudik Satkorcab Banser Kota Surabaya

17 Maret 2026 - 17:43 WIB

PC GP Ansor Surabaya Gelar Kick Off Program Banser Surabaya Membangun

20 Desember 2025 - 16:26 WIB

Satkorcab Banser Kota Surabaya Ikuti Upacara Bela Negara

19 Desember 2025 - 10:33 WIB

Trending di Banser